Arif : 06 Interogasi

(Short Novel Arif Chapter 06) “Mas Arif sudah makan? ” tanya bapak Thalia ” Belum, pak” *nyengir* “Tha, ini mas-nya belum makan. Ajak makan dulu.” bapak Thalia memanggil “Iya, bapak. Ayo mas, ibu masak sayur asem” Thalia menarik tangan gw ke ruang makan. “Bapak mau ngomong apa sih sebenernya? ” gw menghela napas baru selamat…

Arif: 05 Martabak di Sudut Jalan

(Short Novel Arif Chapter 05) ~Greeeeng greeeennngg Gw nyalakan motor, panasin semenit biar gak cepet rusak. Kalau mau pulang, ingat ada macet depan jalan di kantor itu rasanya kesel. Pulang kena macet, gak pulang tambah malam.  Gw memutuskan untuk pulang, harus jalan. *kring2*Handphone gw berbunyi. Ternyata dia. .  “Assalamu’alaykum de’. Kenapa? ” ” Kakak udah…

Introducing Microsoft Surface Studio

Have you ever wonder how to draw some picture in interactive screen? A screen that would display your picture to friend or edited right away.  A touch screen that know your stylus while you still digitalizing the picture with mouse ? A direct drawing not coming from separate draw screen and display screen? Yes, the…

Arif: 04 Pulang

(Short Novel Arif Chapter 04) Waktu sudah sore, Jam dinding kantor gw menunjukkan sudah jam 17.00. Mungkin itu sebabnya dari tadi sudah makin intens suara pergeseran laci meja kantor yang keluar masuk. Tanda-tanda mereka sedang menyiapkan barang untuk dibawa pulang. Seperti charger, kan pegel kalau harus balik ke kantor di tengah jalan pulang hanya karna…

Arif : 03 Nego

(Short Novel Arif Chapter 03) Telunjuk manis menyembul dari bis sedang warna merah biru. Pengen rasanya gw kasih jempol tapi nanti bapaknya ngamuk nyamperin gw.  “Loe mau main-main sama supir metromini, hah?  Tanpa sadar ternyata gw spontan kasih jempol.  “Kagak, pak. Saya cuma mau menangin hati anak bapak. Lagian cantik-cantik kok disuruh jadi kenek, pak? ”…

Arif : 02 Bubuk Tidur

(Short Novel Arif Chapter 02) Nama gw Arif.  Sampai saat ini gw masih teringat kenangan waktu gw kecil tadi. Yang di bayangan gw adalah indahnya cahaya redup matahari bersinar di balik sela sela jendela kayu tua rumah gw. Ketika gw membuka jendela itu, gw bisa menghirup segarnya udara dan mendengar kokok ayam. Fuuuuuuuuhhh… Huaaaaaaahhhh segaaaaarrrrrnyaaa…

Boros

Iya, kayaknya gw agak boros. Sekarang gw akan mulai berhemat. Setidaknya sampai februari. Karena perhitungan gw, sejak september. Gw harus memotong gaji gw untuk rencana gw ke depan.  Rencana menikah yang selalu ditunda-tunda dengan alasan keadaan ini dan itu. Rencana punya rumah, punya alat usaha, punya kendaraan yang lebih baik. Dan yang paling penting adalah…

Tanpa Alasan

Hai de’, apa kabar?  Sekarang anak Ade’ sudah berapa?  Hai de’, waktu tak mungkin kembali.  Ade’ yang penurut sama kk sekarang mungkin sedang sibuk urus anak ade’. Bukan mau bilang kangen. Kk cuma mau bilang, kk bingung. Kk belum ketemu pengganti ade’ yang penurut, pendiam, mau diajak kemana-mana, jarang marah, sayang banget sama kk.  Kk…

Bahagia itu Sederhana

Katanya Tulus bahwa bahagia itu sederhana. Tapi setiap gw lihat yang sederhana, itu mahal semua. Kalau mahal gimana gw mau bahagia.  Kembali mengikhlaskan kepergian seseorang didamba juga harus sederhana. Sederhana, gw gak diundang ya gw gak datang. Sederhana!  Yang gw temui membahagiakan itu memang sederhana. Bila yang kau temui mempunyai kesederhanaan juga, keikhlasan. Dalam 2…

Bertahan Disana

Hi kamu, Maafkan aku yang belum berlabuh di hatimu. Kata orang aku terlalu banyak berpikir, terlalu takut untuk melangkah ke dalam kehidupan baru. Bukan itu, banyak rumah yang harus aku kunjungi. Di rumah-rumah itu aku menyapa sanak saudara dan kerabat. Disana aku belajar bahwa aku harus berpikir tentang orang lain. Karena hidup bukan sekadar sosial…

Essay

Di sekolah seringkali terdapat soal ujian dengan pertanyaan mudah, essay. Dan entah kenapa murid bisa memiliki interpretasi lain dengan jawaban dia yang panjang dan terlihat begitu meyakinkan, walau akhirnya guru menyatakan itu salah. Misal: Soal: Jumat Pagi Budi pergi ke toko Pak Mamat untuk membeli buku. Budi melihat ada buku tulis besar Rp 2,000 sebanyak 15 unit dan…

Sempit

Sudah kewajiban seorang muslim untuk berdakwah. Menyampaikan kebenaran dengan bahasa yang baik. Kalau dia tidak bisa memakai bahasa yang baik, alangkah baiknya dia diam.  Seringkali pula Rasul dan Anbiya menemui rintangan dalam hidup berdakwah. Banyak yang tidak percaya dengan apa yang disampaikan bahkan dilakukan nabi. Walaupun pada akhirnya mereka diberi nikmat hidayah oleh Allah, sebagian…