Social Inequality


Indonesia

Social inequality with regard to the differences in the degree of influence or social prestige among individuals within a society. There are two important aspects of the concept.

First, social inequality is only about the differences between individuals in social influence, where individuals are respected and valued than other individuals. Inequality is not related to the degree of power or wealth. Second, social inequality implies the inequality between individuals rather than between groups.

Social stratification with respect to the existence of two or more multilevel groups (ranked groups) in society, whose members have the power, right – the privilege and prestige are not the same. According to Morton Fried, stratified society is a society where the members of the same sex and age did not earn the same income or earnings.

Differences in the pattern of community life can be described like this.
a. Elite Political Economy: Has privileges. People who officially became a political leader with a population of 1-2%, but receive a ½ to 1/3 of all the wealth of society.

b. Servant class. Population is 5%. As an intermediate link between elite and mass, position on the farmers.

c. The merchant class. Active in trade and play an important role in the economy, especially for the elite because it provides the luxury goods.
d. Clergy class. A privileged position because it is close to the ruling class and government.

e. The farmer class. Largest population in the community who have the status of economic, political, and social inferior.

f. Artists class. Farmers who lost property

g. Class Trash Society. Beggars, thieves, outlaws, and the casual laborers who are forced to live under the mercy and charity of others. The group is living in a low economy, malnourished, sick and quickly die.
In reality of social stratification such as this can only refer to the Middle Ages. But it is not exposed, people are racing to raise its status to the political economy of the ruling elite. Social stratification of today are more often used as a reference by the political circles.

Theory – Theory of Social Stratification (most notably)

Evolutionary Theory -functionalist (Talcott Parsons). This theory explains that the social evolution generally occurs because of its tendency for people to develop the so-called adaptive capacity. Adaptive capacity is the ability of communities to respond to the environment and address the various problems to be faced by humans as social beings.

Example: the community has evolved through the centuries a higher adaptive capacity. Contemporary society has the adaptive capacity of seakin efficient than the social mass. Evolutionary breakthrough to many forms of social progress. With the existence of social stratification, then the individual will perform a leadership role that could earn the privilege and prestige.

 Theory of Surplus (Gerhard Lenski). This theory-oriented and materialistic basis of conflict theory. Theory of conflict as opposed to the theory of Parson, assume that human beings are selfish and always strive for the welfare of himself.

Example: Individuals behave according to personal kepentinga, working with others when associated with kepentinganya and will fight with each other if they see an opportunity open to its interests. Relative individual is never satisfied and have different capabilities.

 Theory of Scarcity (Deviation Michael Hamer, Morton Fried and Rac Lesser Blumberg). This theory assumes that the main cause of pressure due to population stratification.

Example: The pressure’s growing population led to the growing strength of self-interest in land ownership, and relations of production (Marxist thought) has eliminated the so-called shared ownership. Differential access to resources and emerging divulging the other groups forced to work harder to generate economic surplus exceeds what is needed.

With increasing population pressures and technology, differences in access to resources are becoming apparent and intensified stratification with greater political impetus communism.

=============================================

Every day, 5x wide field ground balls cut down to make paper. Soon, China will become the country that uses English number 1 in the World. In terms of technology, how long will it take to reach the market audience to 50 million people? Requires a 38-year radio, TV takes 13 years, the Internet took 4 years to 3 years old iPOD, and Facebook in just 2 years enough for this.

So what we have to use facebook because of this fact? Of course not. Need to see that we must be prepared to change. Today, technology has become the greatest power to get better. Information Technology is a force for socially exploited population.

Society is now approaching a science-fiction reality that we fear and described themselves.

=============================================

——————————————

back to LONCAD!

Ketidaksamaan sosial berkenaan dengan adanya perbedaan derajat dalam pengaruh atau prestise sosial antar individu dalam suatu masyarakat. Ada dua segi penting dari konsep itu.

Pertama, ketidaksamaan sosial hanya mengenai perbedaan antar individu dalam pengaruh sosial, dimana individu dihormati dan dihargai dari individu lain. Ketidaksamaan bukan berkenaan dengan derajat kekuasaan atau kekayaan. Kedua, ketidaksamaan sosial mengimplikasikan ketidaksamaan antar individu bukan antar kelompok.

Stratifikasi sosial berkenaan dengan adanya dua atau lebih kelompok-kelompok bertingkat (ranked groups) dalam masyarakat, yang anggota-anggotanya mempunyai kekuasaan, hak – hak istimewa dan prestise yang tidak sama. Menurut Morton Fried, masyarakat terstratifikasi adalah masyarakat dimana anggota-anggota yang sama jenis kelamin dan umurnya tidak memperoleh pendapatan atau penghasilan yang sama.

Perbedaan pola hidup masyarakat ini bisa digambarkan seperti ini.
a. Elit Ekonomi Politik : Memiliki hak-hak istimewa. Orang yang secara resmi menjadi pemimpin politik dengan populasi 1-2%, tetapi menerima ½ sampai 1/3 dari seluruh kekayaan masyarakat.

b. Kelas Pengabdi. Populasi 5%. Sebagai penengah hubungan antara elit dan massa, kedudukannya di atas petani.

c. Kelas Pedagang. Aktif dalam perdagangan dan memegang peranan penting dalam perekonomian masyarakat, khususnya bagi elit karena menyediakan barang-barang mewah.
d. Kelas Rohaniawan. Kedudukan yang istimewa karena dekat dengan kelas penguasa dan pemerintah.

e. Kelas Petani. Populasi terbesar di dalam masyarakat yang memiliki status ekonomi, politik, dan sosial yang lebih rendah.

f. Kelas Seniman. Petani yang kehilangan hak milik

g. Kelas Sampah Masyarakat. Pengemis, pencuri, pelanggar hukum, pekerja serabutan dan orang yang terpaksa hidup di bawah belas kasihan dan sedekah orang lain. Kelompok ini hidup dalam perekonomian yang rendah, kurang gizi, sakit-sakitan dan cepat mati.
Pada kenyataannya Stratifikasi sosial seperti ini hanya bisa mengacu pada abad pertengahan. Namun secara tidak terekspos, masyarakat berlomba-lomba untuk menaikkan statusnya menuju elit ekonomi politik yang berkuasa. Stratifikasi sosial dewasa ini lebih sering dijadikan acuan oleh kalangan politik.

Teori – Teori Stratifikasi Sosial (yang paling terkenal)

Teori Evolusioner-Fungsionalis (Talcott Parsons). Teori ini menjelaskan bahwa evolusi sosial secara umum terjadi karena sifat kecenderungan masyarakat untuk berkembang yang disebut kapasitas adaptif. Kapasitas adaptif adalah kemampuan masyarakat untuk merespon lingkungan dan mengatasi berbagai masalah yang selalu dihadapi manusia sebagai makhluk sosial.

Contoh : masyarakat telah berevolusi berabad-abad melalui kapasitas adaptif yang makin tinggi. Masyarakat kontemporer memiliki kapasitas adaptifnya yang seakin efisien dibanding massa sosial. Dobrakan evolusioner membuat banyak bentuk—bentuk kemajuan sosial. Dengan adanya stratifikasi sosial, maka individu akan melakukan peran kepemimpinan yang bisa memperoleh hak istimewa dan prestise.

Teori Surplus (Gerhard Lenski). Teori ini berorientasi materialistis dan berlandaskan teori konflik. Teori konflik yang bertentangan dengan teori Parson, berasumsi bahwa manusia adalah makhluk yang mementingkan diri sendiri dan selalu berusaha untuk mensejahterakan dirinya.

Contoh : Individu berperilaku menurut kepentinga pribadi, bekerja sama dengan sesama jika terkait dengan kepentinganya dan akan berebut dengan sesama jika melihat kesempatan terbuka bagi kepentingannya. Individu relatif tidak pernah puas dan mempunyai kemampuan yang berbeda.

Teori Kelangkaan (Deviasi Michael Hamer, Morton Fried dan Rac Lesser Blumberg). Teori ini beranggapan bahwa penyebab utama timbulnya stratifikasi disebabkan tekanan jumlah penduduk.

Contoh : Tekanan penduduk yang semakin besar menyebabkan semakin kuatnya egoisme dalam pemilikan tanah, dan hubungan produksi (pemikiran marxisme) telah menghilangkan apa yang disebut sebagai pemilikan bersama. Perbedaan akses terhadap sumber daya muncul dan suat kelompok memaksa kelompok lainnya bekerja lebih keras untuk menghasilkan surplus ekonomi melebihi apa yang dibutuhkan.

Dengan meningkatnya tekanan penduduk dan teknologi, perbedaan akses terhadap sumber daya makin nyata dan stratifikasi semakin intensif dengan dorongan politik yang semakin besar komunisme.

Setiap hari, lapangan seluas 5x lapangan bola ditebang untuk membuat kertas. Segera, negara Cina akan menjadi negara yang memakai bahasa Inggris nomor 1 di Dunia. Dalam hal teknologi, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai market audience sampai 50.000.000 orang ? Radio membutuhkan 38 tahun, TV membutuhkan 13 tahun, Internet butuh 4 tahun, iPOD perlu 3 tahun, dan Facebook cukup hanya dalam 2 tahun untuk hal ini.

Lalu apa kita harus memakai facebook karena fakta ini ? Tentu tidak. Yang perlu dilihat bahwa kita harus siap dengan perubahan. Dewasa ini, teknologi menjadi kekuatan terbesar untuk menjadi lebih baik. Teknologi Informasi adalah kekuatan untuk bersosial yang dimanfaatkan masyarakat kebanyakan.

Masyarakat kini mendekati suatu kenyataan science-fiction yang kita takuti dan gambarkan sendiri.

——————————————

back to LONCAD!

Referensi Pustaka :

1. Yahoo News – Internet di Indonesia, diakses 04 Nov 2010

2. Oprah.com – iPad for Family, diakses 06 Nov 2010
3. Oprah.com – Social Media Sustain Friendships, diakses 06 Nov 2010
4. Did You Know 3.0, diakses 06 Nov 2010
5. Kompas.com – Kertas vs Hutan 5x Lapangan Bola, diakses 06 Nov 2010

Stranger! SAY something here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s