Political Elite


Indonesia

According to Mosca Goetano there is a group of people who govern and the governed. People who are commonly called the ruling political elite, while those who governed the community or the people (the masses).
Political elite in number quite a bit, take a leading role in almost all the functions of national politics, monopolizing power and enjoy the advantages thereof, while the masses, guided and supervised by the first either legally or not, with or without the guidance of law and violence.Political elite as well fall into the communicator for a country. Political elites influence policies that will be made to society. Therefore, the communication of political elites need to be considered because they affect the delivery of messages to the public. When delivering a message that one would also lead to a false perception in the community.

Political elite as part of the government should have a harmonious and dynamic relationship with the masses, because the realization of a harmonious relationship and the dynamic communication between the political elite with the audience (the people) can run smoothly so that the policy to be issued by the political elite will not be detrimental to the public (the people).

Political Elite classification according to Mosca is twofold:

  1. Ruling political elite who are involved directly and indirectly in the government.
  2. Elite is no rule which is larger than the entire rest of the elite.

According to the elite ideal typology of Experts are:

  1. Dynastic elite. Dynastic elite are those who are met by aristocracy, the merchant and the owner of this elite tanah.Tipe gives the closed nature of leadership, with a membership that generally comes from a family member, so that the message (communicate) with audience seemed open so the policy covered not made is unknown by the public only on the order of the family alone.
  2. Middle-class elite. This group was merupaka new elite in the progress his side by side with the old elite. They came from the traders and businessmen.
  3. Revolutionary intellectuals. Is an emerging new group took over the national leadership and get rid of the old elite and the old culture may also be kolononial. Ideology stresses the role of ideas and historical call dedication sertamemiliki high duty.
  4. Colonial administrators. This elite representing and accountable to the colonial state.Menghandalkan their leadership over physical force and threats rather than persuasion and compromise.
  5. Nationalistic elite. For the nationalist elite in developing countries, nationalism is still a sentiment than an elaborated system of thought.
As communicators, political elites exert influence in two directions, namely the allocation of rewards (rewards and punishment, or reward and punishment) and to change or prevent change in the structure of social / political system.Another role of the political elite as a political communicator is an attempt of political transformation and position of the mass media as the ingredients are very determine continuity of the existing process of political communication. Political elite can deliver political communication in this way (click here)

One part of the political elite are part of public relations that exist in government. PR said was needed to pressure political elite, because of his position which is within the scope of government. There is a public relations communicators to convey the aspirations and policies of the government to the community and the community to the government.

The principal function of government is essentially a public relations:

  • Securing government policy.
  • Provide services / disseminate information in order to convince the public (ie translating government policy).
  • Accept / accommodate the aspirations of the community.
  • Into office / active communicators in order two-way communication.
  • Helped create the political climate to secure the building.

In order to support the functions and duties of public relations, government public relations officers need to consider a variety of activities pertaining to public relations, among others:

  • Foster understanding of the audience / public policy leadership, both internally and to the general external audiences. Fostering understanding to the audience, including the provision of information and services.
  • Organize documentation main activities of government agencies, especially the menyengkut publication.
  • Monitor and evaluate the responses and public opinion.
  • Collect data and information coming from various sources.
  • Form and the resulting products such as public relations magazines, newsletters, press releases, posters, folders, pamphlets, leaflets, and others.

In calculating the data, the study uses network analysis computer program designed by Robert Kylberg (1986) which may indicate the level of coverage between actors (reachability), the distance relationship (distance part), and number of clicks – clicks (cliques) in the network, so that the status and the role of each – each elite can be identified.

Elite position in the network can be categorized into:

  1. The Liaison. Elite that connects two or more clicks
  2. The Bridge. Elite members of a click-click and connect with other kliknya
  3. The Ember. Elites in the network just became a member of any or no role what – what
  4. The Isolated. Elites that are not associated with other elite or isolated

——————————————

back to LONCAD!

Menurut Goetano Mosca terdapat sekelompok orang yang memerintah dan orang yang diperintah. Orang yang memerintah yang biasanya disebut elite politik sedangkan orang yang diperintah adalah masyarakat atau rakyat (kelompok massa).

Kelompok elite politik jumlahnya agak sedikit, mengambil peran utama dalam hampir semua fungsi politik nasional, memonopoli kekuatan dan menikmati keuntungan daripadanya; sedangkan kelompok massa, dibina dan diawasi oleh yang pertama baik secara legal atau tidak, dengan atau tanpa pedoman hukum dan kekerasan.

Elit politik juga termasuk ke dalam komunikator bagi suatu negara. Elit politik sangat mempengaruhi kebijakan yang akan dibuat untuk masyarakat banyak. Oleh karena itu, komunikasi elit politik perlu diperhatikan karena sangat berpengaruh pada penyampaian pesan kepada masyarakat banyak. Apabila penyampaian pesan itu salah akan mengakibatkan persepsi yang salah juga pada masyarakat.

Elit politik sebagai bagian dari pemerintah harus memiliki hubungan yang harmonis dan dinamis dengan kelompok massa, karena dengan terwujudnya hubungan yang harmonis dan dinamis maka komunikasi antara elite politik dengan khalayak (rakyat) dapat berjalan lancar sehingga kebijakan yang akan dikeluarkan oleh elite politik tidak akan merugikan masyarakat (rakyat).

Klasifikasi Elite Politik menurut Mosca ada dua:

  1. Elite politik yang memerintah yang terlibat secara langsung dan tidak langsung dalam pemerintahan.
  2. Elite yang tidak memerintah yang merupakan sisa yang besar dari seluruh elite.

Tipologi ideal elite Menurut Ahli adalah :

  1. Elite dinastik. Elite dinastik adalah mereka yang bersala dari golongan aristokrasi, pedagang dan pemilik tanah.Tipe elite ini memberi kepemimpinan yang tertutup sifatnya, dengan keanggotaanya yang umumnya berasal dari anggota keluarga, sehingga dalam menyampaikan pesan (berkomunikasi) dengan khalayak terkesan ditutupi tidak terbuka sehingga kebijakan yang dibuat tidak diketahui secara jelas oleh khalayak hanya pada tatanan keluarga saja.
  2. Elite kelas Menengah. Kelompok ini merupaka elit baru yang ternyata dalam kemajuan hidupnya berdampingan dengan elite lama. Mereka berasal dari kelompok pedagang dan pengusaha.
  3. Intelektual revolusioner. Merupakan kelompok baru yang muncul mengambil alih kepemimpinan nasional dan menyingkirkan elit lama dan mungkin juga budaya lama yang bersifat kolononial. Ideologi menekankan gagasan panggilan historis dan peran sertamemiliki dedikasi tugas yang tinggi.
  4. Administrator Kolonial. Elite ini mewakili dan bertanggung jawab kepada negara penjajah. Kepemimpinan mereka lebih menghandalkan kekuatan fisik dan ancaman daripada bujukan dan kompromi.
  5. Elite Nasionalistik. Bagi elite nasionalis dinegara berkembang, nasionalisme masih merupakan sentimen daripada sistem pemikiran yang dijabarkan.

Sebagai komunikator, elit politik mengerahkan pengaruhnya ke dua arah yaitu menentukan alokasi ganjaran (imbalan dan hukuman, atau reward and punishment) dan mengubah atau mencegah perubahan struktur sosial/politik yang ada.

Peranan lain elite politik sebagi komunikator politik adalah sebagai usaha transformasi politik serta kedudukan media massa sebagai sarananya sangat menetukan kelangsungan proses komunikasi politik yang ada. Elite politik dapat menyampaikan komunikasi politiknya dengan cara seperti ini (klik disini)

Salah satu bagian dari elite politik adalah bagian humas yang ada dalam pemerintahan. Humas di katakan sebagai elite poltik, karena kedudukannya yang berada dalam ruang lingkup pemerintahan. Kehumasan yang ada merupakan bagian komunikator untuk menyampaikan aspirasi maupun kebijakan dari pemerintah kepada masyarakat maupun masyarakat kepada pemerintah.

Adapun fungsi pokok humas pemerintah pada dasarnya adalah:

  • Mengamankan kebijaksanaan pemerintah.
  • Memberikan pelayanan/meyebarluaskan informasi dalam rangka meyakinkan masyarakat (misalnya menterjemahkan kebijaksanaan pemerintah).
  • Menerima/menampung aspirasi dari masyarakat.
  • Menjadi jabatan/komunikator aktif dalam rangka komunikasi dua arah.
  • Ikut menciptakan iklim untuk mengamankan politik pembangunan.

Dalam rangka menunjang fungsi dan tugas kehumasan, aparat kehumasan pemerintah perlu memperhatikan berbagai kegiatan yang menyangkut kehumasan tersebut antara lain:

  • Membina pengertian pada khalayak/publik terhadap kebijakan pimpinan, baik kepada khalayak intern maupun khalayak ekstern. Pembinaan pengertian kepada khalayak termasuk pemberian dan pelayanan informasi.
  • Menyelenggarakan dokumentasi kegiatan-kegiatan pokok instansi pemerintah, terutama yang menyengkut publikasi.
  • Memonitor dan mengevaluasi tanggapan dan pendapat masyarakat.
  • Mengumpulkan data dan informasi yang datang dari berbagai sumber.
  • Bentuk dan produk humas yang dihasilkan seperti majalah, buletin, pres release, poster, folder, pamflet, selebaran, dan lain-lain.

Dalam menghitung data, penelitian menggunakan program computer network analysis yang dirancang oleh Robert Kylberg (1986) yang dapat menunjukkan tingkat jangkauan antar aktor (reachability), jarak hubungan (part distance), dan jumlah klik – klik (cliques) dalam jaringan, sehingga status dan peranan masing – masing elit dapat diidentifikasi.

Kedudukan elit dalam jaringan dapat dikategorikan menjadi :

  1. The Liaison. Elit yang menghubungkan dua klik atau lebih
  2. The Bridge. Elit anggota suatu klik dan menghubungkan kliknya dengan klik yang lain
  3. The Ember. Elit yang dalam jaringan hanya menjadi anggota saja atau tidak memiliki peranan apa – apa
  4. The Isolated. Elit yang tidak berhubungan dengan elit lain atau terisolir

——————————————

back to LONCAD!

Referensi
Website
1.Tripod.com – Artikel, diakses 29 Nov 2010

Buku
1. Muhammad, Arni. Komunikasi. Jakarta; Bumi Aksara. 1992
2. Widjaja, A.W. Komunikasi Politik dan Humas. Jakarta; Bumi Aksara. 1993
3. Surbakti, Ramlan. Memahami Ilmu Politik. Jakarta; Rineka Cipta.
4. Suryadi, Syamsu. Elite Politik Dalam Komunikasi Politik di Indonesia.

Stranger! SAY something here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s