More Indonesian Product


loncadjumpbutton

Apart from National Car, there’s actually a national product that is being planned andsome have already producedThe student of SMK Negeri 2 Surakarta can assemble the kind of netbook laptop computers and has been marketed.

Price per unit ranges from Rp 2 million to Rp2, 5 million. Any two students can assemblea netbook with a time of 15 minutes. They assemble netbook components from severalcomponent providers.

Product specifications are assembled with intel atom N455 processor with a speed of1.6 gigabytes of memory and 1 gigabyte. Assembly has been carried out since 2009and has been assembling unit 1700 netbook

 

Indonesia targets by 2020 capable of producing a modern fighter aircraft F-33.

The Government has been holding the South Korean Government to realize these targets.

Modern fighter aircraft F-33 is produced to meet the needs of the Air Force. In the initialstage, the aircraft will be produced by PT Dirgantara Indonesia (PT DI), is being carried out research and development (R & D). The results of research and development said,Indonesia could produce in 2020, or ten years into the future.

PT PAL also preparing a submarine. Related to that, several countries, includingGermany and Russia, has offered a license. In response to the offer, Indonesia wanted the production process carried out in the country. “It involves the use of local content,” said Purnomo.

As for the ground equipment, currently being developed rocket manufacturing industry.Indonesia will produce R122 rockets en masse along with the successful test launch ofthe rocket was in Balfour, South Sumatra, some time ago. In the first phase to be produced as many as 1,000 rockets.Defense Minister Purnomo Yusgiantoro explained, the Ministry of Defence took theAgency for the Assessment and Application of Technology (BPPT) in producing a rocketthat has a cruising range of 15 kilo meters and can be used as the artillery ammunition.”1000 will really rocket launcher untukmultiple we wear, or slide together,” he said in ajoint memorandum of understanding signing ceremony between the Ministry of Defenceand BPPT in Jakarta, Thursday, March 17, 2011.

Purnomo said the rocket R122 has a cruising range as far as 15 kilometers, and can be used as ammunition arteleri. The project will begin work in 2012, and completed in 2014.”1,000 rockets we will actually use for multiple launcher.” In addition to the construction ofa thousand rockets, the government now also being mengembangkanremote pilotvehicle, and vehicle area, which is intended to support the defense alusista Indonesia.Defense hopes of a memorandum of understanding with BPPT can evoke the defenseindustry had stalled because of the economic crisis in 1998.

  

In addition to strengthening the primary means of defense system (defense equipment)the national defense industry development is also well oriented to the independence ofeach industry. “Thus, each industry could generate foreign exchange,” said Purnomo. In another part of the minister emphasized that the budget allocation of the purchase of newdefense equipment is still limited. From a budget of Rp 45 trillion, which received the Ministry of Defence, only 30% of its expenditures for defense equipment.

A total of 20% for maintenance, while 50% are mostly for salaries of soldiers. “There are460 thousand soldiers,” said Minister of Defence. In the laboratory practice ofAutomotive Engineering Department, at least 25 motor unit, named Auriga Esemka was produced. There are also two self-assembled cars with engine capacity 1500 cc.According to the Head of SMK 1 Semarang Sudarmanto, car and motorcycle productiongoals Esemka originally for learning. Along with the high demand, many who wish to bemass produced. Evidently, from the 25 motor units, now only eight units left. For the motor assembly, the institute in collaboration with one of the Korean automotive company.Although this created a motor that uses 60% of components are imported and the restlocally, but this bike can be juxtaposed with other motor manufacturers.

There are also other national motorcycle product that is quite charming in Indonesia but the industry has not supported the government.

——————————————

LONCAD to the top!

Selain Mobil Nasional, sebenarnya ada produk nasional yang sedang direncanakan dan bahkan ada yang sudah diproduksi

Para siswa SMK Negeri 2 Surakarta bisa merakit komputer jinjing jenis netbook dan telah dipasarkan.

Harga per unitnya berkisar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta. Setiap dua orang siswa bisa merakit sebuah netbook dengan waktu 15 menit. Mereka merangkai komponen netbook yang berasal dari beberapa perusahaan penyedia komponen.

Produk yang dirakit dengan spesifikasi prosesor intel atom N455 dengan kecepatan 1,6 gigabyte dan memori sebesar 1 gigabyte. Perakitan sudah dilakukan sejak tahun 2009 dan telah merakit 1.700 unit netbook

Indonesia menargetkan pada 2020 mampu memproduksi pesawat tempur modern F-33.

Pemerintah menggandeng Korea Selatan untuk merealisasikan target tersebut.

Pesawat tempur modern F-33 diproduksi untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Udara. Dalam tahap awal, pesawat yang akan diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI) ini, sedang dilakukan penelitian dan pengembangan (litbang). Hasil penelitian dan pengembangan menyebutkan, Indonesia bisa memroduksi pada 2020, atau sepuluh tahun ke depan.

PT PAL juga sedang menyiapkan kapal selam. Terkait hal itu, beberapa negara, di antaranya Jerman dan Rusia, telah menawarkan lisensi. Menyikapi tawaran tersebut, Indonesia menginginkan proses produksi dilakukan di dalam negeri. “Ini menyangkut penggunaan lokal konten,” ujar Purnomo.

Sedangkan untuk peralatan darat, saat ini sedang dikembangkan industri pembuatan roket. Indonesia akan memproduksi roket R122 secara masal seiring dengan keberhasilan uji coba peluncuran roket tersebut di Baturaja, Sumatera Selatan, beberapa waktu lalu. Pada tahap pertama yang akan diproduksi sebanyak 1.000 roket.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, Kementerian Pertahanan menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam memproduksi roket yang memiliki daya jelajah 15 kilo meter dan dapat digunakan sebagai amunisi artileri tersebut. “1.000 roket sebetulnya akan kami pakai untukmultiple launcher, atau meluncur bersama-sama,” ujar dia dalam acara penandatanganan nota kesepahaman bersama antara Kementerian Pertahanan dan BPPT di Jakarta, Kamis 17 Maret 2011.

Purnomo mengungkapkan, Roket R122 tersebut memiliki daya jelajah sejauh 15 kilometer, dan dapat digunakan sebagai amunisi arteleri. Proyek itu akan mulai dikerjakan pada 2012, dan selesai pada 2014.  “1.000 roket sebetulnya akan kami pakai untuk multiple launcher.” Selain pembangunan seribu roket, pemerintah saat ini juga tengah mengembangkanremote pilot vehicle, dan area vehicle, yang ditujukan sebagai pendukung alusista pertahanan Indonesia. Menhan berharap adanya nota kesepahaman dengan BPPT dapat membangkitkan industri pertahanan yang sempat mandeg karena krisis ekonomi pada tahun 1998.

Selain memperkuat alat utama system pertahanan (alutsista) nasional, pengembangan industri pertahanan juga juga berorientasi kepada kemandirian masing-masing industri. “Dengan demikian, masing-masing industri bisa menghasilkan devisa,” jelas Purnomo. Pada bagian lain, Menhan menegaskan, alokasi anggaran pembelian alutsista baru masih terbatas. Dari anggaran Rp 45 triliun yang diterima Kementerian Pertahanan, hanya 30%-nya untuk belanja alutsista.

Sebanyak 20% untuk pemeliharaan, sedangkan 50%-nya sebagian besar untuk gaji prajurit. “Ada 460 ribu prajurit,” ujar Menhan. Di laboratorium praktik jurusan Teknik Otomotif ini, sedikitnya 25 unit motor yang diberi nama Auriga Esemka ini diproduksi. Selain itu ada pula dua unit mobil rakitan dengan kapasitas mesin 1.500 cc. Menurut Kepala SMKN 1 Semarang Sudarmanto, tujuan produksi mobil dan motor Esemka ini semula untuk pembelajaran. Seiring dengan tingginya permintaan, banyak yang menghendaki agar diproduksi secara masal. Terbukti, dari 25 unit motor tersebut, kini hanya tinggal delapan unit yang tersisa. Untuk perakitan motor itu, pihaknya bekerjasama dengan salah satu perusahaan otomotif asal korea. Meski motor yang tercipta ini masih menggunakan 60% komponen impor dan sisanya lokal, namun motor ini dapat disandingkan dengan motor-motor pabrikan lainnya.

Ada juga produk motor nasional lainnya yang cukup menawan di industri Indonesia namun belum dilirik dukungan pemerintah.         

——————————————

LONCAD to the top!

Stranger! SAY something here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s