Buraq The Creature of Light


As written and delivered by mail, source anonym

This article is only for who understand Indonesian

d

Suatu ketika, malam 27 Rajab, Rasulullah Muhammad SAW sedang bertafakur di Masjidil Haram. Saat itu Rasulullah SAW sedang menjalani 11 tahun masa kenabiannya.

Kondisi perjuangan Islam sedang dalam masa-masa paling sulit. Umat Islam diboikot oleh kaum Quraisy. Perdagangan dan berbagai interaksi sosial ekonomi umat Islam diisolasi dan sangat dibatasi. Dalam kondisi seperti itu, paman dan istri Rasulullah SAW sebagai orang-orang yang sangat gigih mendukung perjuangan Nabi pun ‘dipanggil’, diwafatkan oleh Allah SWT, meninggalkan Rasulullah. Nabi benar benar dalam kondisi jiwa yang sangat tertekan.

Di saat-saat seperti itu Rasulullah SAW lantas meningkatkan dzikir dan tafakurnya kepada Allah, Sang Maha Perkasa dan Maha Menyayangi. Beliau banyak melakukan perenungan di masjidil Haram. Seperti yang sering beliau lakukan di Gua Hira’ saat-saat sebelum masa kenabiannya, menjelang memperoleh wahyu pertama.

Maka, ketika malam semakin larut mendekati tengah malam, suasana masjidil Haram semakin sepi dan lengang. Rasulullah SAW mencapai puncak kekhusyukannya.

Stranger! SAY something here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s