Solusi atasi Birokrasi


Location of West Sumatra home of the Minangkabau
Location of West Sumatra home of the Minangkabau (Photo credit: Wikipedia)
Nederlands: Negatief. Minangkabausche vrouwen ...
Nederlands: Negatief. Minangkabausche vrouwen uit Solok in adatkostuum, West-Sumatra (Photo credit: Wikipedia)

loncaddivebuttont

Sederhana, bersahabat, dan murah senyum. Itulah kesan terhadap Gamawan Fauzi, gubeirnur Sumatera Barat (Sumbar). Dia adalah gubernur yang dipilih langsung rakyat Ranah Minang pada Juni 2005. Mantan bupati Solok dua periode itu dinilai berhasil menata sistem birokrasi bagi terciptanya pemerintahan yang baik dan bersih di Solok. Gamawan berhasil menekan kerugian daerah akibat praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkaran birokrasi pemerintahan semasa menjabat bupati. Resep tersebut juga dia terapkan dalam menakhodai Sumbar. Berkat sikap konsisten untuk berjalan lurus itu, lulusan Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang, tersebut meraih Anugerah Bung Hatta Award (2004), Tiga Pilar Award (2005), dan dua penghargaan Pelopor Pelayanan Prima.

Berikut langkah memperbaiki birokrasi. yang saya ambil dari beliau:  j

  1. Selesaikan dulu riak-riak politik, berkerja untuk rakyat.Semua aparat pemerintahan digaji untuk melayani rakyat.
  2. Ciptakan pelayanan satu pintu. Lengkap dengan daftar izin, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengurus izin, juga standar biaya.
  3. Jika pelayanan itu masih mengharuskan orang datang dan melakukan kontak langsung denkgan aparat birokrasi. Maka, jalin kerja sama dengan PT Pos Indonesia dengan menerapkan layanan satu pintu plus. Jadi, masyarakat juga bisa mengurus izin dengan tanpa datang langsung ke kantor pemerintahan.
  4. Seluruh pegawai agar menandatangani Pakta Integritas (saat ini sudah diterapkan banyak daerah, departemen, dan perusahaan di Indonesia). Aparatur pemerintahan daerah diminta berjanji akan bekerja dengan baik, konsekuen, konsisten, tidak menerima, serta tidak memberi barang atau uang yang terkait dengan bidang tugasnya. Untuk masyarakat, terus lakukan sosialisasi agar tidak membayar di luar standar biaya yang sudah ditetapkan dalam pengurusan perizinan dan segera melapor jika ada aparatur yang KKN.
  5. Buka kotak pos pengaduan 4477 di Kantor Gubernur. Hal itu bertujuan agar masyarakat bisa ikut berpartisipasi melapor apabila menemukan oknum aparatur yang KKN.
  6. Untuk mengetahui bahwa sistem itu berjalan atau tidak, lakukan pengawasan. Jangan dari internal pemerintahan karena hasilnya akan berat sebelah, “Asal Bapak Senang”. Kerja sama dengan lembaga teknis independen
  7. Pegang teguh dan konsisten pada prinsip, ingat pentingnya hidup sederhana dan mengajak rekan untuk selalu melihat ke bawah. Dengan melihat ke bawah, kita jadi tahu bahwa masih banyak saudara-saudara yang lebih susah.
  8. Tekankan kepada seluruh kepala dinas sampai ke tingkat Sekda agar jangan pernah melakukan KKN.
  9. Jangan melindungi jika ada rekan berurusan dengan aparat penegak hukum.

——————————————

loncadclimbbutton

Simple, friendly, smiling. That is the impression of the Gamawan Fauzi, the governor of West Sumatra (Sumatra). iHe is a governor who is directly elected by the people of Ranah Minang in June 2005. Former regent Solok two periods it was rated successful managing bureaucratic system for the creation of good governance and clean in Solok. Gamawan managed to reduce losses caused by local corruption, collusion and nepotism (KKN) in the circle of government bureaucracy regent during his tenure. The formula also he applied in leading West Sumatra. Thanks to the consistent attitude to walk straight, the graduates of the Faculty of Law, University Andalas Padang, also won Award Bung Hatta Award (2004), Three Pillars Award (2005), and two awards Pioneers Prime Services.

These steps improve the bureaucracy. I took from him:

  1. Finish the political turmoil in the first time, working for the people. All government officials are paid to serve the people.
  2. Create a one-stop service. Complete with a list of permit, how long it takes to take care of permits, also standard cost.
  3. If the service still requires people to come and make direct contact with the bureaucracy. Hence, establishes cooperation with PT Pos Indonesia to implement single window service plus. So, people can also take care of permits without coming directly to the government offices.k
  4. All employees to sign the Integrity Pact (it’s been applied to many areas, departments, and companies in Indonesia). Asked local government officials pledged to work fine, consistent, consistent, do not accept and do not provide goods or money associated with their tasks. For the community, we continue to do so as not to pay for socialization outside the standard fee set in the management of licensing and immediately report any of my officers CCN.
  5. Open a post office box 4477 in the Office of the Governor. It is intended that the public can participate if it finds corrupt officials report the corruption.
  6. To know that the system is running or not, do oversight. Never of internal governance as the results are biased, “As long as Boss Happy”. Work with an independent technical institute
  7. Hold firm and consistent in principle, remember the importance of living simply and invite colleagues to always look down. Look to someone below you, there are people living hard.
  8. Emphasize to all heads of departments to the level of Secretary to never commit corruption.
  9. Do not protect if there is a companion that deal with law enforcement.

——————————————

loncadclimbbutton

Source:

JAWAPOSloncadrunbutton Minggu, 16 Des 2007

Stranger! SAY something here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s