Jangan Marah Lagi

on

Hari itu aku ajak kamu untuk makan di hahamacaci, restoran jepang all you can eat. Sayangnya lokasinya jauh semua di kelapa gading. Ada juga Artha Gading dan kamu gak tahu jalannya. Kalau naik bus sih aku tahu, tapi kami mau naik motor.

Dengan jalan yang macet, aku sampai juga di kantormu, tapi kamu sudah di Memed karena aku kelamaan di jalan. Aku kesana.. Masuk kedalam dikasihtahu satpam
Satpam “dek, tasnya”
Aku” oh…. ” sambil telpon kamu” gw udah di Memed di tempat tas, loe dimana? Oh di luar.. Oke2 maaf”

Akhirnya memutuskan jalan ke Ambas dengan motor yang masih ada suara kipas rusak(mungkin), kena macet lagi berkali2 di setiap perempatan. Di jalan pun ban terasa aneh, goyang2 kempes. Melewati Ambas (nampaknya) dan putar jalan masuk arah semanggi. Kamu mulai bete karna kebegoanku, akhirnya aku ajak kamu makan di pizza. Kamu kembali pesan es teh manis dan ayam goreng biasa. Dan terulang lagi gayamu, diam.

Karena ban kempes, aku ajak kamu naik taxi, kamu pilih naik transjakarta. Tiap langkahmu yang marah, aku terus bilang maaf. Sebelum masuk portal halte aku bilang “dengerin gw dong”. Kamu bilang “apaan sih..”

Aku diam 1 menit lihat kamu lalu ke parkiran. Berjuang sendiri naik motor geber ke tukang tambal ban. Ban dalam harus diganti ternyata. Aku diam, beli minuman, duduk, dan kirim pesan maaf sudah menjadi temanmu yang memalukan.

Aku meminta, sungguh meminta
kepada kamu. Tolong jangan pergi, aku mau kau tetap di sini
redakan dulu semua emosi, kita akhiri pertengkaran ini

Stranger! SAY something here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s