Bertahan di Sana

on

Kamu, yang tahu rasa ini.
Kamu, yang sibuk bergelut dengan mimpi.
Kamu, yang coba memahamiku.
Dan kamu, yang juga menjaga jarakmu.

Aku, jujur, terus menerus hari demi hari berpikir tentangmu. Tentang mimpi kita, dan tentang ucapanmu yang entah kenapa buatku beku. Kau bilang “Aku bisa apa…”

Sebuah kalimat yang seakan membuatku sedih. Aku terlihat lemah, kamu juga merasa lemah. Kamu seakan minta pertolonganku.

Seminggu sejak pertanyaanmu, aku masih disini. Berdiskusi dengan jiwaku. Mengatur jadwal dengan otakku. Dan menyiapkan tenaga dengan badanku. Aku akan kuatkan diri, mencoba berjuang untukmu, untuk kita.

Bisa bertahankah kau disana?
Bisa bertahankah, Sayang?
Coba bertahanlah kau disana.
Coba bertahanlah sayang.

Stranger! SAY something here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s