Mentah


Kita bisa saja berpikir untuk mengolah bahan mentah jadi produk itu mudah. Faktanya semua proses pengolahan butuh banyak kesalahan agar mencapai kesempurnaan di satu titik.

Kemudian dari titik itu kita kembali mengulang proses yang sama demi mendapat titik sempurna itu kesekian kali. Dan gw mungkin baru mengulang proses itu beberapa kali tapi rasanya gw muak akan proses itu. Gw gak bisa bayangkan betapa sabarnya Edison karena dia mengulang proses dia sekitar 1,000 kali.

Iya, gw sempat berhenti. Menatap pilihan jalan yang akan gw tempuh. Apakah mengambil jalan lurus atau berliku. Gw merenung akan siapa yang mungkin gw temui di ujung jalan itu (setahun kemarin :v). Setelah sekian lama merenung, gw putuskan untuk ambil jalan lurus. Dan di tengah keyakinan akan jalan yang gw tempuh, jalan itu malah berbelok dan membuat gw kembali ke persimpangan jalan itu lagi.

Gw pun kembali ke titik awal. Gw terkejut menatap jauh bayangan di ujung jalan itu, jadi semua komitmen jalan lurus gw hanya akan berbelok begini? Gw bertanya kepadanya, jadi apakah bayanganmu hanya fatamorgana? Apakah jalan lurus ini hanya ilusi? Apakah semua komitmen gw akan kembali mentah terus-menerus? Yang gw tahu, gw gak suka memaksakan jalan gw karena itu akan membakar habis jalan alternatif. Tapi mungkin gw harus berani untuk memaksa ke depannya, agar semuanya tak kembali jadi mentah.

Semua tak bisa didapatkan secara instan, termasuk mie instant

Stranger! SAY something here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s