Arif : 01 Lupa Waktu


(Short Novel Arif Chapter 01)
Huah.
Di dalam kamar kecil seorang anak menguap, melirik ke arah jendela kamarnya. Ada matahari menyelinap di antara sela jendela kamar tidur si anak.
“Adoh, udah jam 06.07, kok ibu gak bangunin. Waduh mana belum sholat. Sholat dulu lah.”
Si anak berjalan keluar kamar, melewati dapur. Dilihatnya ada ibunya di dapur sedang masak. Dia berpikir “aku kira ketiduran. Bukannya dibangunin suruh sholat, malah sibuk masak”
Keluar dari dapur berjalan ke kiri arah kamar mandi si anak ambil wudhu. Dia pun sholat dengan seenaknya, was wus. Dengan cepat pula, disambarnya handuk, mandi, dan pakai baju sekolah. Sang anak langsung pamit hanya mengucap salam tanpa coba sarapan.
Sang anak ambil sepeda kesayangannya, langsung kayuh cepat ke sekolah. Napasnya tersengal sengal karena jalan yang cukup kasar dan berbatu ketika sang anak sampai di sekolah.
“Mati! Udah jam 7. Dikunci gini pagarnya, digembok pulak.”
“Paak, bukain pagarnya! Saya mau masuk!”
Penjaga sekolah datang dengan santai. “Cepetan kenapa, pak. Saya mau masuk”
“Kamu mau apa dek?”
“Ya masuk, pak. Sekolah. Belajar.”
“Kamu tau ini hari apa?”
“Ini hari senin, pak. Sudah mulai ya upacaranya, pak? Tolong pak. Saya taro tas terus ke kelas dan nyusul masuk ke barisan”
“Hmf. Kamu ini gimana sih. Kamu lupa ya? Ini kan masih hari minggu.”
“APAAAAA”

Stranger! SAY something here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s