Arif: 04 Pulang


(Short Novel Arif Chapter 04)

Waktu sudah sore, Jam dinding kantor gw menunjukkan sudah jam 17.00. Mungkin itu sebabnya dari tadi sudah makin intens suara pergeseran laci meja kantor yang keluar masuk. Tanda-tanda mereka sedang menyiapkan barang untuk dibawa pulang. Seperti charger, kan pegel kalau harus balik ke kantor di tengah jalan pulang hanya karna ketinggalan. 

Dengan santai gw tak acuh dengan kegelisahan teman kantor. Karena kecepatan gw pulang cenderung stabil, tidak bisa dipercepat. Karena apa? Karrrnaaa macet! Ah klasik! 

Diantara decitan kayu meja itu, langkah kaki cantik mendekat. Pemilik kaki cantik itu tersenyum. Gw pun tahu dia akan mengeluarkan default questionnya. 

“Tenggo yuk? ”

” Oh.. Kok? ” Gw agak kaget karna gw kira dia bakal bilang mau pulang bareng atau nggak

” Gimana? ”

” Tenggo apaan? Gw tadi siang gak ke minimarket, Sof. Jadi gak beli snack apapun”

“Hyaelaaah. Kan gw tadi makan siang sama loe. Masa gw ngelupain bagaimana muka loe yang ngos-ngosan dari metromini. Lagian gw ngomongin TENG-GO, Bukan Tank-O. Ihihihihi”

“Oh iya tadi siang bareng. Emang Teng-Go apaan, Sof? ”

” Norak nih, Teng artinya suara denting waktu dan tepat waktu berakhir. Go artinya pergi. Jadi kalau waktu udah Teng/Habis, kita Go/Pergi”

” Oh, langsung cabut… ”

” Iya, cabut, cao, minggat, kabur. Sama ajalah” Sofia menunggu jawaban gw

” Gw masih sibuk masukin alamat bank nih ke sistem, loe duluan aja deh sama cowok loe”

“Cowok gw lagi gak bisa, makanya gw minta dianter loe. Tapi karna loe gak mauuu… yaa.. udah. gw balik aja deh”

“Iya, Sof. Besok-besok gw antar pulang lagi ya. Sekarang gw lagi gak bisa”

Sofia menjawab iya sambil tersenyum. Perasaan gw diaduk-aduk. Gw seneng dia minta diantar pulang sama gw, gw merasa bisa diandalkan. Tapi disaat yang sama dia juga bilang gw adalah cadangan cowoknya yang gak bisa jemput. Bagus sih, jujur. Tapi sakit cuy. 

Terkadang gak semuanya yang loe harapkan bisa jadi kenyataan. Terkadang harapan itu musnah gitu aja ditiup angin. Seperti ketika harapan gw ini, yang sudah mau pulang. Dan sudah penuh dengan harapan cinta. Pupus hanya karena gw gak bisa meraihnya. 

Yang datang pun akhirnya harus pulang

Stranger! SAY something here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s