Arif: 05 Martabak di Sudut Jalan


(Short Novel Arif Chapter 05)

~Greeeeng greeeennngg

Gw nyalakan motor, panasin semenit biar gak cepet rusak. Kalau mau pulang, ingat ada macet depan jalan di kantor itu rasanya kesel. Pulang kena macet, gak pulang tambah malam. 

Gw memutuskan untuk pulang, harus jalan.

*kring2*Handphone gw berbunyi. Ternyata dia. . 

“Assalamu’alaykum de’. Kenapa? ”

” Kakak udah dimana ? Bapak udah nungguin nih”

“Oooooohhhh . . . Iya, kakak masih di jalan” Gw baru ingat disuruh ketemu bapak Thalia. 

“Cepetan yah, ade’ tunggu”

“Iya”

Gw langsung melaju ke rumah Thalia dengan semangat plus deg-degan. Apa bapak Thalia akan ngamuk ke gw? Semoga nggak. 

Langit semakin gelap dan sepertinya mau hujan. Tak jauh dari rumah Thalia, ada tukang martabak. Martabak yang selalu gw lihat di malam hari dan belum gw rasa. Hanya toko kecil tapi sejak dibuka tempatnya selalu rame. 

Gw pun menepi dan memutuskan beli 2 martabak. Semoga bapaknya Thalia suka. 

“Ini, bang. 52,000”

“Oke,sebentar. Ini ya. . “gw mengeluarkan uang dari kantong sambil berpikir harganya yang ternyata mahal. Gw pun jalan ke rumah Thalia

” Masuk kak, ade’ panggil bapak ya. Oh. . . Itu martabak ya? Sini “Thalia mengambil martabak yang gw bawa. Dan bapaknya Thalia keluar. 

Suasana berubah, gw terdiam. 

” Duduk, rif” Bapak Thalia nggak tahu gugupnya gw, atau mungkin dia tahu dan lagi menahan tawa. 

Stranger! SAY something here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s